Pemanfaatan Daun Belimbing Wuluh Sebagai Pakan Ayam Organik Yang Ramah Lingkungan

PEMANFAATAN DAUN BELIMBING WULUH  SEBAGAI PAKAN AYAM  ORGANIK YANG RAMAH LINGKUNGAN

PENELITIAN

 

Oleh

 

RAAJIH ISMA’IL AL-FARUQI

SURYA DHARMA PARLINDUNGAN BUTAR BUTAR

 

 

SMA NEGERI 2 MEDAN

OLIMPIADE PENELITIAN SISWA TINGKAT SMA SE-INDONESIA

TAMAN BUDAYA

2015

PEMANFAATAN DAUN BELIMBING WULUH  SEBAGAI PAKAN AYAM  ORGANIK YANG RAMAH LINGKUNGAN

Kelompok Bidang Penelitian : Sains Terapan

            Bidang Ilmu                            : Ekologi

 

Ketua Tim Peneliti
Nama lengkap : Raajih Ismail Al-Faruqi
NIS : 24631
Kelas : XI MIPA
Anggota Peneliti
1.   Anggota 1:
Nama lengkap : Surya Dharma Parlindungan Butaar-Butar
NIS : 24775
Kelas : XI MIPA
Pembimbing
Nama lengkap :  Tioler Rosdiana Manalu, S.Pd
Bidang yang diampu : Kimia

 

 

SMA Negeri 2 Medan

Jln. Karanag Sari No.435 Telp.

2015

ABSTRAK

Salam, Raajih Ismail Al-Faruqi dan Surya  Dharma Parlindungan Butar-Butar. Pemanfaatan daun belimbing wuluh sebagai pakan ayam organik yang ramah lingkungan. Makalah OPSI, Program IPA SMA Negeri 2 Medan. Pembimbing .

Kata Kunci : Daun belimbing wuluh, Pakan ayam

Belimbingwuluh (AverrhoablimbiLinn ) merupakan salah satu tanamantropisyangberada di Indonesia danbiasanyaseringditemui di beberapapekaranganrumahmasyarakat. Di beberapabagiantanamaninimemilikikandungansenyawa-senyawa yang dapatdimanfaatkandalamkehidupanmanusiayagbelumdisadariolehbanyak orang. Salah satubagian yang dapatdimanfaatkandalamkehidupanadalahdaunnya.Daunbelimbingwuluhmemilikibanyakkandungansenyawa yang bermanfaatsepertiantibakteri, glukosa dan.Adapun tujuannya penelitian ini adalah mengetahui manfaat daunbelimbingwuluh dan mengetahui cara pemanfaatandaunbelimbingwuluh menjadi pakanorganikbagiayamternak.

DAFTAR  GAMBAR

2.1 Daun Belimbing Wuluh ……………………………………………………………………………………… 9

DAFTAR TABEL

3.1 Daftar alat yang digunakan untuk penelitian……………………………………………………………….12

3.2 Daftar bahan yang digunakan untuk penelitian……………… …………………………………………12

4.1 Data uji antusiasme ayam………………………………………………………………….13

4.2 Data uji tekstur feses ayam………………………………………………………………..13

DAFTAR ISI

ABSTRAK ………………………………………………………………………………………………… i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………… ii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………….. iii

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………………………….iv

DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………………………v

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………………….1

1.1 latar belakang ……………………………………………………………………………….1

1.2 rumusan masalah ……………………………………………………………………………1

1.3 tujuan penelitian …………………………………………………………………………….1

1.4 manfaat penelitian ………………………………………………………………………….1

BAB II kajian pustaka ………………………………………………………………………………………2

2.1 mengenal tanaman belimbing wuluh…………………………………………………………….. 2

2.2  klasifikasi belimbing wuluh …………………………………………………………………………3

2.3 kandungan senyawa padadaunbelimbing wuluh…………………………………………..   4

2.4 manfaat daunbelimbing wuluh…………………………………………………………………….. 4

2.5Potensi Daun Belimbing Wuluh sebagai Sumber Makanan Alternatif Bagi Ayam Ternak…………………………………………………………………………………6

2.6  pengertian selai…………………………………………………………6

BAB III metodologi ………………………………………………………………………………..7

3.1    Rancangan penelitian …………………………………………………………………..7

3.2    Objek penelitian………………………………………………………………………….7

3.3    Instrumen penelitian……………………………………………………………………..7

3.4    Pengumpulan data ………………………………………………………………………7

3.5    Analisis Data………………………………………………………………………………8

BAB IV pembahasan …………………………………………………………………………………..9

4.1  Pembuatan selai daunbelimbing wuluh………………………………………………………….. 9

4.2  Uji organoleptik …………………………………………………………………………..9

4.3  Analisis data dan pembahasan………………………………………………………..10

4.4  Pembahasan………………………………………………………………………………..10

BAB V penutup ………………………………………………………………………………………….11

5.1    Kesimpulan ……………………………………………………………………………….11

5.2    Saran ………………………………………………………………………………………..11

Daftar pustaka …………………………………………………………………………………………….12

Lampiran data ……………………………………………………………………………………………..13

 

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil alamin, puji syukur kehadirat allah swt karena atas limpahan rahmat serta hidayah-nya, karya tulis yang berjudul “pemanfaatandaunbelimbingwuluhsebagaipakan ayam ternak organikbagi yang ramah lingkngan” dapat di selesaikan tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.

Penulis mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada :

  1. Guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam penulisan karya tulis ini, serta sabar dalam menerangkan hal-hal yang kurang dimengerti dalam penulisan karya tulis yang berjudul “pemanfaatandaunbelimbingwuluh sebagaipakan ayam ternak yang organikdan ramah lingkungan”.
  2. Rekan-rekan yang telah bersedia membantu dalam penelitian karya tulis ini.

Penulis berharap bahwa hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi perkembangan inovasi dalam peningkatan mutu pakan ayam ternak yang organik dan juga ramah terhadap lingkungan. Penulis menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitupun karya tulis ini.  Karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, kritik dan saran dari pembaca  yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.

Medan, April 2015

Penulis,

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) atau sering disebut belimbing asam merupakan salah satu tanaman yang tumbuh subur di seluruh daerah di Indonesia khususnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tanaman ini termasuk salah satu jeNIS tanaman tropis yang mempunyai kelebihan yaitu dapat berbuah sepanjang tahun. Di Indonesia sendiri, masyarakatnya masih banyak yang tidak mengenal belimbing wuluh terkhusus pada kalangan muda.Penggunaan belimbing wuluh memang tidak terlalu besar pada kalangan muda, karena pada dasarnya, belimbing wuluh ini kebanyakan digunakan oleh kaum orang tua, terutama kaum ibu, yang biasanya mereka pergunakan sebagai bahan pelengkap atau penyedap dalam makanan terutama masakan  gulai.

Pemanfaatan belimbing wuluh tidak terbatas hanya pada buahnya saja. Tetapi hampir seluruh bagian dari belimbing wuluh ini dapat dimanfaatkan.Mulai dari batang, daun, buah, bahkan akar dari belimbing wuluh ini dapat digunakan dan bermanfaat bagi makhluk hidup.Tak hanya bermanfaat bagi manusia, Belimbing wuluh pun juga dapat bermanfaat bagi kelompok fauna, terutama bagi hewan yang kami jadikan sebagai bahan pennelitian kali ini, yaitu “AyamTernak”.

Terkhusus pada pemanfaatan tumbuhan Belimbing wuluh bagi ayam ternak, Bagian yang dimanfaatkan dari tumbuhan tersebut adalah bagian yang mengandung zat hijau atau klorofil yaitu bagian “Daun”.Struktur penulangan daun yang menyirip dan tekstur yang lembut dan tipis memungkinkan daun belimbing wuluh untuk dicerna dalam metabolisme  ayam.Walaupun tekstur daunnya tipis,bukan berarti kandungan nutrisi yang ada di dalamnya juga sedikit, tetapi, daun ini ternyata mampu memberikan manfaat yang sangat besar  bagi pertumbuhan dan perkembangan sel pada ayam yang mengonsumsinya.

1.2  Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam karya ilmiah ini meliputi:

  1. Apa saja manfaat dari tumbuhan belimbing wuluh ?
  2. Bagaimana cara pemanfaatan daunbelimbing wuluh agar dapat menjadi makanan bagi ayam ternak?
  3. Apa manfaat daun belimbing wuluh terhadap pertumbuhan dan kesehatan ayam?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah :

  1. Mengetahui manfaat sepenuhnya dari tumbuhanbelimbingwuluh.
  2. Mengetahui cara pemanfaatan daunbelimbingwuluhdalam proses pemanfaatannya menjadipakanayamternak.
  3. Mengetahui manfaat daun belimbing wuluh bagi ayam ternak.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah:

  1. Manfaat bagi Penulis
  2. Penulis dapat mengetahui manfaat daritumbuhanbelimbingwuluhsecara kesseluruhan.
  3. Penulis dapat terpacu untuk mengembangkan makanan organik yang ramah lingkungan bagi setiap kelompok hewan terutama ayam ternak.
  1. Manfaat bagi Masyarakat
  2. Masyarakat dapat mengenal apa yang dimaksud dengan belimbing wuluh
  3. Masyarakat dapat mengetahui manfaat dari tumbuhan belimbing wuluh terutama bagian daunnya.
  4. Masyarakat memiliki pilihan sumber gizi organik alternatif yang murah dan sangat bermanfaat bagi ayam ternak mereka.
  5. Masyaraat dapat mempergunakan sampah daun belimbing wuluh sebagai bahan yang bernilai dan bermanfaat bagi ayam ternak mereka masing masing.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Mengenal Tanaman Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh atau yang juga populer dikenal dengan nama belimbing sayur, belimbing asam dam juga belimbing buluh ini merupakan sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dai kepualauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia,Filipina, Sri lanka, Myanmar, dan Malaysia. Tumbuhan ini biasanya ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya. Buahnya yang memiliki rasa asam sering digunakan sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu.

Belimbing wuluh dapat tumbuh baik di tempat-tempat terbuka yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan di Indonesia banyak dipelihara di pekarangan atau kadang tumbuh liar di ladang atau tepi hutan. Tumbuhan belimbing wuluh menghasilkan buah berwarna hijau dan kuning muda atau sering juga disebut berwarna putih (Thomas, 1992).

Belimbing wuluh pohonnya tergolong kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang tidak begitu besar, kasar berbenjol-benjol, dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Percabangan sedikit, arahnya condong ke atas, cabang muda berambut halus seperti beludru berwarna coklat muda. Bentuk daun menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Bunga berukuran kecil dan berbentuk menyerupai bintang, warnanya ungu kemerahan. (Wijayakusuma, 2006).

Belimbing wuluh sendiri merupakan tanaman tropis yang berasal dari Asia Tenggara. Jika dilihat secara sekilas, bentuk pohon dan daun belimbing wuluh hampir sama seperti pohon belimbing biasa (karambola). Satu hal yang membedakan belimbing wuluh dengan belimbing biasa adalah bagian buahnya. Belimbing wuluh memiliki ukuran buah kecil seukuran jempol kaki. Belimbing ini memiliki bentuk lonjong bulat tak seperti belimbing karambola yang berbentuk segi lima. Selain itu, belimbing wuluh memiliki rasa yang sangat masam sehingga jarang dikonsumsi secara langsung. 

2.2 Klasifikasi Belimbing Wuluh

klasifikasi botani tanaman belimbing wuluh adalah sebagai berikut:

Kingdom           :          Plantae (tumbuhan)
Subkingdom      :          Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio      :           Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio              :           Magnoliophyta (berbunga)
Kelas                :          Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas         :           Rosidae
Ordo                 :           Geraniales
Familia              :           Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus               :           Averrhoa
Spesies             :          Averrhoa bilimbi L

2.3 Kandungan Senyawa PadaDaunBelimbing Wuluh

Penelitian Fahrani (2009) menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Daun belimbing wuluh selain tanin juga mengandung sulfur, asam format , kalsium oksalat dan kalium sitrat. Bahan aktif pada daun belimbing wuluh yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah tanin. Tanin ini juga digunakan sebagai astringent baik untuk saluran pencernaan maupun daun dan juga dapat digunakan sebagai obat diare. Daun belimbing wuluh juga mengandung senyawa peroksida yang dapat berpengaruh terhadap antipiretik, peroksida merupakan senyawa pengoksidasi dan kerjanya tergantung pada kemampuan pelepasan oksigen aktif dan reaksi ini mampu membunuh banyak mikroorganisme.

Hasil uji aktifitas antibakteri daun belimbing wuluh dengan pelarut aseton :air (7:3) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menunjukkan bahwa pada konsentrasi 50 mg/ml sampai 400 mg/ml senyawa tanin memiliki aktivitas antibakteri untuk kedua bakteri uji, berdasarkan uji BNT 1 % untuk bakteri S.aureus diketahui konsentrasi ekstrak 150, 250, 300, 350, dan 400 mg/mL berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) di antara konsentrasi lain sedangkan untuk E. coli diketahui konsentrasi ekstrak 100, 150, 250, 300, 350, dan 400 mg/mL berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) (Hayati dkk, 2009).

Penelitian (Jannah dkk, 2010) menyebutkan bahwa, ekstrak aquades daun Belimbing Wuluh yang di ujikan secara invitro pada bakteri yang menyebabkan kebusukan pada ikan yaitu M. luteusdan P. Flurescens mempunyai potensi sebagai antibakteri. Uji aktivitas bakteri M. luteus diketahui zona hambat pada 0,1-0,8 mg/mL menunjukkan respon hambat,sedangkan konsentrasi 1 mg/mL menunjukkan respon bunuh terhadap pertumbuhan bakteri. Pada bakteri M. luteus diketahui respon hambat sedang, pada 0,1; 0,2; 0,4 mg/mL sedangkan konsentrasi 0,6 dan 0,8 mg/mL menunjukkan respon hambat pertumbuhan kuat. Pada bakteri P. fluorescens hanya memberikan respon hambat. Zona hambat pada 0,1; 0,2 mg/mL menunjukkan respon hambat pertumbuhan sedang. Pada 0,4 mg/mL menunjukkan respon hambat pertumbuhan kuat. Pada 0,6; 0,8 dan 1,0 mg/mL menunjukkan respon hambat pertumbuhan sangat kuat. Senyawa aktif yang memberikan sifat antibakteri tersebut adalah senyawa tannin, karena tannin adalah senyawa polar dan dimungkinkan larut dalam pelarut air.

Mukhlisoh dkk (2010) menyebutkan kandungan daun belimbing wuluh adalah tanin, flavonoid, dan terpenoid. Pelarut aseton :air (7:3) adalah pelarut yang terbaik untuk memperoleh ekstrak senyawa tanin pada daun belimbing wuluh, perhitungan kadar tanin dengan metode Lowenthal-Procter, adalah 10,92% (Ummah, 2010).

2.4 Manfaat DaunBelimbing wuluh

Antibakteri adalah senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan bakteri. Antibakteri dalam definisi yang luas adalah suatu zat yang mencegah terjadinya pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Antibiotik maupun antibakteri sama-sama menyerang bakteri, kedua istilah ini telah mengalami pergeseran makna selama bertahun-tahun sehingga memiliki arti yang berbeda. Antibakteri biasanya dijabarkan sebagai suatu zat yang digunakan untuk membersihkan permukaan dan menghilangkan bakteri yang berpotensi membahayakan (Volk and Wheeler, 1993).

Antibakteri adalah jenis bahan tambahan yang digunakan dengan tujuan untuk mencegah kebusukan atau keracunan oleh mikroorganisme pada bahan pangan. Beberapa jenis senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri adalah sodium benzoat, senyawa fenol, asam-asam organik, asam lemak rantai medium dan esternya, sulfur dioksida dan sulfit, nitrit, senyawa kolagen dan surfaktan, dimetil karbonat dan metil askorbat. Antibakteri alami baik dari produk hewani, tanaman maupun mikroorganisme misalnya bakteriosin (Luthana, 2008).

Zat antibakteri dapat bersifat bakterisidal (membunuh bakteri), baktei static (menghambat pertumbuhan bakteri), dan germisidal (menghambat germinasi spora bakteri). Kemampuan suatu zat antimikrobia dalam menghambat pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya : 1) konsentrasi zat pengawet, 2) jenis, jumlah ,umur, dan keadaan mikrobia, 3) suhu, 4) waktu, dan 5) sifat-sifat kimia dan fisik makanan termasuk kadar air, pH, jenis dan jumlah komponen di dalamnya (Luthana, 2008).

Pengujian efektifitas antibakteri adalah teknik untuk mengukur berapa besar potensi atau konsentrasi suatu senyawa dapat memberikan efek bagi mikroorganisme (Dart, 1996 dalam Ayu, 2004). Berdasarkan sifat toksisitasnya selektif, terdapat antibakteri yang bersifat menghambat dan membunuh bakteri (Ganiswarna, 1995).

Proses pengawetan telah ada sejak peradaban manusia. Orang kuno menggunakan bahan yang ada di alam untuk mengawetkan bahan pangan mereka, hal ini dilakukkan secara turun menurun. Penggunaan asap telah digunakan untuk proses pengawetan daging, ikan dan jagung. Demikian pula pengawetan dengan garam, asam dan gula telah dikenal sejak dulu kala. Di abad modern mulai dikenal penggunaan bahan pengawet mengunakan senyawaan kimia sintetis dengan tujuan untuk mempertahankan pangan dari gangguan mikroba, sehingga bahan pangan lebih awet dan tidak merubah tampilan dari bahan pangan tersebut (Hayati, 2009: 133).

Senyawa antimikroba adalah bahan pengawet yang berfungsi untuk menghambat kerusakan pangan akibat aktivitas mikroba. Sejarah penggunaan pengawet didalam bahan pangan sendiri bermula dari penggunaan garam, asap dan asam (proses fermentasi) untuk mengawetkan pangan. Sejumlah bahan antimikroba kemudian dikembangkan dengan tujuan untuk menghambat atau membunuh mikroba pembusuk (penyebab kerusakan pangan) dan mikroba patogen (penyebab keracunan pangan) (Syamsir, 2007).

.

2.5 Potensi DaunBelimbing wuluh sebagai Sumber Makanan Alternatif Bagi Ayam Ternak

Tentunya dari pembahasan pada subbab dan bab-bab sebelumnya, sangat besar potensi daunbelimbing wuluh ini menjadi alternatif sumber makanan yang sehat bagi ayam ternak , yang jauh lebih ekonomis, mudah didapat, dan juga ramah lingkungan. Karena akan mengurangi limbah rumah tangga, dsb. Dengan kandungan gizi yang dipaparkan pada subbab sebelumnya, tentunya sudah saatnya kita mulai melirik manfaat daunbelimbing wuluh ini, terutama bagi kesehatan dan pertumbuhan ayam ternak kita. Selain mendapat pasokan nutrisi yang baik bagi tubuh untuk pertumbuhan ayam, Daun belimbing wuluh ini pun dapat memberikan kesehatan yang baik kepada ayam ternak itu sendiri, karena kandungan senyawa senyawa anti bakteri yang terkandung di dalam daun belimbing wuluh yang dapat membentuk antibodi tubuh ayam tersebut terhadap ancaman yang berasal dari bakteri bahkan virus yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit khusus pada ayam.

Pertumbuhan tumbuhan belimbing wuluh yang pesat dan teratur setiap tahunnya menjadikan tumbuhan belimbing wuluh dapat dijangkau oleh setiap masyarakat khususnya di indonesia.Seiring dengan pertumbuhan belimbing wuluh, daun dari belimbing wuluh pun terus tumbuh dan berkembang menjadi banyak. Semakin lama tumbuhan itu tumbuh, pasti akan terus tumbuh juga bagian yang lain, termasuk daun, dan kemudian, daun tersebut pun gugur apabila telah kering. Dau yang gugur bukanlah berada dalam jumlah yang sedikit, melainkan dalam jumlah  yang banyak. Jadi sudah tepat lah langkah yang telah penulis berikan ini agar daun belimbing wuluh yang telah gugur itu dimanfaatkan untuk menjadi makanan yang sehat dan berrgizi bagi ayam ternak.jadi kita tidak hanya membuang daun belimbing wuluh secara sia–sia, tetapi kita telah memanfaatkannya kepada hal yang lebih baik lagi dan bermanfaatbagi makhluk hidup lain.jadi sudah jelaslah,  bahwa daun belimbing wuluh memiliki potensi yang besar sebagai sumber makanan sehat dan bergizi bagi ayam ternak.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  • Rancangan Penelitian

                 Daunbelimbing wuluh yang kami gunakan, kami peroleh di desa Mariendal , Kecamatan Patumbak , Kabupaten Deli Serdang , provinsi Sumatera Utara.

  • Obyek Penelitian

Daunbelimbing wuluh yang akan dijadikan makanan bagi ayam ternak, dan juga ayam ternak yang  telah mampu untuk mengonsumsi dedaunan ( tidak memakan “Dedak”  lagi)

3.3     Instrumen Penelitian

Adapun  alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan penelitian terhadap daun belimbing wuluh yang akan dijadikan makanan bagi ayam ternak, adalah sebagi berikut:

Alat:

Tabel 3.1 Data Alat yang digunakan untuk penelitian

Nama Jumlah
Kandang ayam (alasnya tanah) 1 Buah

 

 

Bahan:

Tabel 3.2 Data Bahan yang digunakan untuk penelitian

Nama Jumlah
Daun belimbing Wuluh 1 Ranting
Air 5 Gelas
Ayam Ternak 3 Ekor

 

3.4                         Pengumpulan Data

  1. Waktu dan Tempat Penelitian

Daunbelimbing wuluh yang digunakan diperoleh secara alami dari tumbuhan belimbiing wuluh yang berada di rumah penulis, di desa Mariendal 1 Kecamatan Patumbak. Sedangkan untuk percobaan pemberian daunbelimbing wuluhagar dimakan oleh ayam ternak dilakukan di rumah penulis, di desa Mariendal 1, Kecamatan Patumbak. Pada tanggal 17-19 April 2015.

  1. Prosedur Kerja

Ø  Studi Literatur dan Observasi

Dalam studi literatur kami mencari informasi dari buku, internet, konsultasi dengan pembina OPSI dan beberapa guru SMAN 2 Medan. Sedangkan untuk daunbelimbing wuluh sendiri, kami lakukan observasi terlebih dahulu terhadap tiga sampel, Pertama, Sampel belimbing wuluh yang gugur langsung secara alami. Kedua, sampel belimbing wuluh yang telah diambil dari rantingnya kemudian di diamkan satu malam. Dan yang terakhir adalah sampel belimbing wuluh yang diambil dari rantingnya kemudian langsung diberikan kepada ayam ternak.

Ø  Percobaan

Utntuk tahap percobaan ini atau tahap pemberian makan kepada ayam yang akan diuji, kami melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Siapkan tiga sampel belimbing wuluh yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
  2. Cuci ketiga sampel yang telah tersedia
  3. Masukkan ayam ke dalam kandang (alasnya tanah)
  4. Ambil segenggam daun belimbing wuluh dari berbagai sampel secara
  5. Letakkan daun yang telah digenggam tadi di sekitar ayam ternak, di dalam kandang.
  6. Mengamati apakah daun tiga sampel daun belimbing wuluh tersebut disentuh (dikonsumsi) oleh ayam.
  7. Amati secara bergantian tiap sampel.
  1. Analisis Data

Dari hasil percobaan pemberian makan ayam dengan menggunakan ketiga sampel daun  belimbing wuluh, kami mendapati bahwa ketiga sampel daun belimbing wuluh yang diberikan kepada tiga ayam ternak yang tersedia ternyata habis dikonsums oleh ayam ternak tersebut tanpa ada sisa sedikitpun.Dari hasil ini dapat kami analisis bahwasanya bagaimanapun tekstur daun dan kadar klorofil yang terkandung pada daun belimbing wuluh tersebut aan selalu mampu dikonsumsi oleh ayam tanpa ada hambatan sama sekali. Dan dari hasil lain yang kami analisis adalah,bahwa ayam yang mengonsumsi daun belimbing wuluh ini memiliki feses yang lebih kental daripada ayam lain yang tidak mengonsumsi daun belimbing wuluh.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1  p emanfaatan Daun Belimbing Wuluh sebagai Pakan Ayam Ternak

Daunbelimbing wuluh ini kami buat di desa Mariendal 1,kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Pada pemanfaatan daun belimbing wuluh, pertama kami memilih daunbelimbing sebanyak tiga sampel. Kami menggunakan sampeldaunbelimbing wuluh yang pertama daun yang telah gugur dari poohonnya. Sampel keduaadalah daun beliimbing wuluh yang dipetik dan  didiamkann satu malam. Sampel ketiga adalah daun belimbing wuluh yang dipetik dan langsung diberikan pada ayam. Daun belimbing wuluh didapatkan dari pekarangan di sekitar rumah  penulis di desa Mariendal. Selanjutnya kami memberi tiga sampel daun belimbing wuluh tersebut kepada tiga ekor ayam yang dijadikan objek penelitian.

      4.2     Uji Reaksi Ayam

Uji reaksi ayam adalah pengujian terhadap reaksi ayam setelah diberikan pakan daun belimbing wuluh. Uji reaksi ayam terbagi atas 2 bagian yaitu :

  • Uji antusiasme ayam terhadap daun belimbing wuluh
  • Uji feses ayam setelah mengkonsumsi daun belimbing wuluh

Hasil data:

Tabel 4.1 Data Hasil Uji Antusiasme Ayam

OPSI Ya Tidak
Sampel 1 3 ekor 0 ekor
Sampel 2 3 ekor 0 ekor
Sampel 3 3 ekor 0 ekor

Tabel 4.1 Data Hasil Uji Feses Ayam

 

OPSI Tekstue feses
Kental Keras
Sampel 1 3 ekor 0 ekor
Sampel 2 3 ekor 0 ekor
Sampel 3 3 ekor 0 ekor

 

4.3    Pembahasan

Dari hasil uji reaksi ayam terhadap pemberian daun belimbing wuluh bahwa ketiga ekor ayam antusias untuk mengkonsummsi daun belimbing wuluh. Kami juga menemukan bahwa ayam yang mengkonsumsi daun belimbing wuluh memiliki feses yang kental dan sedikit berwarna kehijauan.  Dari 3 uji reaksi ayam tersebut yang dilakukan dapat ditarik benang merah bahwa pakan alternatif dari daun belimbing wuluh yang kami teliti dapat dipergunakan sebagai pakan alternatif bagi  ayam ternak.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dibahas pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan jika daunbelimbing wuluh benar-benar dapat dijadikan alternatif pakan alternatif yang juga tepat bagi ayam ternak. Daunbelimbing wuluh memiliki kandungan senyawa-senyawa antibakteri yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh ayam dan mencegah tubuh ayam terserang virus dan bakteri yang berasal dari lingkungan luar.

5.2 Saran

Berkaitan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dalam kesempatan ini akan diajukan beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi perhatian khusus bagi para pembaca sebagai berikut:

  1. Upaya pemanfaatan daun belimbing wuluh menjadi pakan ayam ternak, diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat agar tidak menyia-nyiakan daun belimbing wuluh yang telah gugur dari pohonya.
  2. Seluruh masyarakat terutama yang memiliki ayam ternak, diharapkan untuk memanfaatkan bahan bahan yang alamiah untuk dijadikan bahan makanan bagi ayam ternak masing-masing.
  3. Pelajar, khususnya kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Medan diharapkan mampu untuk lebih berkreatifitas dalam memanfaatkan alam sekitar dan menghasilkan produk yang memiliki manfaat dan kegunaan bagi makhluk hidup.
  4. Diadakannya sebuah acara atau seminar yang berisi tentang ajakan agar setiap manusia tergerak hatinya untuk memanfaatkan alam dengan sebaik-baiknya dan memiliki manfaat yang besar bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Dan bukan malah menghancurkan kelangsungan hidup makhluk hidup.
  5. Pemanfaatan daun belimbing wuluh ini yang kelihatan sebagai sampah pada awalnya, tetapi ternyata mampu bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya.Hal ini diharapkan mampu mendorong masyarakat agar lebih memerhatikan sampah-sampah di lingkungan kita baik yang organik maupun anorganik agar dimanfaatkkan lagi menjadi bahan lain yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup

Daftar Pustaka

Kunci Kebahagian seorang Hamba

Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan syariatNya, agar menjadi hujjah bagi semua makhlukNya dan menutupnya dengan mengutus Muhammad. Rasul yang menerangi manusia dan mengeluarkan mereka dari kegelapan, membawa ke jalan yang lurus. Demikian ketetapan Allah; menunjuki manusia, sehingga mendapatkan keridhaanNya. Allah berfirman,

Kami berfirman,”Turunlah kamu dari jannah itu! Kemudian jika datang petunjukKu kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al Baqarah:38).

Petunjuk disini bermakna rasul dan kitab suci.[1] Petunjuk ini merupakan sumber kebahagian dan kejayaan umat yang menghilangkan kebodohan dan membawa keselamatan.

Ibnu Taimiyah berkata,

“Tidak ada kebahagian dan keselamatan di hari akhirat, kecuali dengan mengikuti Rasulullah .

Allah berfirman dalam kitab-Nya,

وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ ناَرًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابُُ مُّهِينُُ

Barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api naar sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

(QS An Nisa’:13-14).

Ketaatan kepada Allah dan RasulNya adalah poros kebahagian dan tempat keselamatan yang pasti, karena Allah telah menciptakan makhluknya untuk ibadah. Sebagaimana firmanNya:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS Adz dzaariyaat. 51:56)

Ibadah itu hanyalah mentaati Allah dan mentaati rasul-Nya, maka tidak ada peribadahan dalam agama Islam kecuali kewajiban atau sunnah. Selainnya adalah kesesatan dari jalan Allah. Oleh karena itu Rasululloh bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa yang beramal satu amalan tiada padanya perintah kami maka dia tertolak.( HR. Muslim )

Dan bersabda juga dalam hadits Al Irbaadh bin Saariyah yang diriwayatkan Ashabus Sunan dan dishohihkan Attirmidzi:

إِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Sesungguhnya barangsiapa dari kalian hidup setelahku, niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk mengikutisunnahku dan sunnah para khulafa’ yang rasyidin lagi mahdiyin. Berpegang teguhlah kepadanya dan Gigitlah dengan gigi graham kalian. Berhati-hatilah dari perkara yang dibuat-buat (baru) karena setiap kebid’ahan adalah sesat.

Demikian juga dalam hadits shohih yang diriwayatkan Muslim dan yang lainnya bahwa Rasululloh bersabda dalam khuthbahnya,

Sebaik-baiknya perkataan kalamullah dan sebaik-baiknya contoh teladan adalah contoh teladan Muhammad. Sejelek-jeleknya perkara adalah yang dibuat-buat dan setiap kebidahan adalah kesesatan.[2]

Kunci kebahagian dunia dan akhirat terletak karena ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Jiwa kita lebih membutuhkan mengenal ajaran dan taat kepada Rasulullah dibandingkan dengan kebutuhan kepada makan dan minum. Sehingga sepatutnya kita semua mengenalnya dengan mempelajari Al Qur’an dan Sunnah, yang telah diriwayatkan dan dinukilkan para ulama sejak zaman Rasulullah hingga sekarang dan sampai hari kiamat nanti. Karena tidak cukup dengan hanya mengandalkan akal dalam mengenal ajaran Beliau.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

“Dengan diutusnya Muhammad, jelaslah sudah kekafiran dari keimanan, keuntungan dari kerugian, petunjuk dari kesesatan, penyimpangan dari kelurusan, kekeliruan dari kebenaran, ahli syurga dari ahli neraka, orang yang bertakwa dari orang fajir dan mendahulukan jalan orang yang Allah karuniai nikmat dari kalangan para nabi, shidiqin, syuhada dan shalihin dari jalannya orang yang dimurkai Allah dan sesat.”

Sehingga jiwa lebih membutuhkan untuk mengenal ajaran dan mengikuti Rasulullah daripada kebutuhannya kepada makan dan minum. Karena, jika tidak memiliki makan minum hanya terjadi kematian. Sedangkan jika tidak memiliki petunjuk, akan mendapatkan adzab. Maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang menumpahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya untuk mengenal ajaran beliau dan mentaatinya. Inilah jalan keselamatan dari adzab yang pedih dan jalan kebahagiaan ke syurga. Caranya dengan mengambil riwayat dan penukilan (Al Qur’an dan As Sunnah, pen.). Karena tidak akan bisa mengenalnya, bila hanya mengandalkan akal. Sebagaimana cahaya mata, tidak dapat melihat kecuali dengan adanya cahaya yang di depannya. Demikian pula cahaya akal, tidak berfungsi kecuali jika ada cahaya terang risalah Allah. Oleh karena itu dakwah menyampaikan agama termasuk kewajiban Islam yang agung. Dan mengenal perintah Allah dan Rasulullah wajib atas seluruh manusia.”[3]

Kesimpulannya, petunjuk Allah I tidak dapat diketahui dan dicapai hanya dengan akal. Tetapi harus dilandasi dan dibangun dengan wahyu Allah. Itulah agama Islam yang telah Allah sempurnakan dan ridhai sebagai agama petunjuk yang sempurna. Allah berfirman,

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu. (QS Al Maidah:3).

Mudah-mudahan Allah menunjuki kita semua kejalanNya yang lurus. Amiin.

"MEWUJUDKAN DUNIA DAMAI MELALUI PENDIDIKAN BERKARAKTER"